Thursday, January 10, 2008

TFTM*

sesaat waktu merambat
pada tiang-tiang lampu
yang menunduk
semakin bungkuk dihujam
sunyi boulevard

langkah kakimu tergesa
seperti cuaca yang tak ingin absen
memburu hujan, mungkin bianglala

lagi-lagi aku hanya mampu menduga

mungkin sebaris alinea dari selembar diari
yang tercecer
atau setetes parfum yang mengeram
di celah leher

hanya di bibirku
masih membekas
bekas percakapanmu
tentang kelimun pagi
secangkir kopi
yang meringkus lumus
hangus

masihkah matamu
boleh kuterjemahkan
sebagai kemilau merjan?

tidak! seseorang tersedak

hei, apa kabarmu? seseorang lagi menikamku

sekarat, aku kehilangan alamat, dan hanya teringat singkat
film lama: seorang negro yang menyumpahi getir bir
dan julia robert yang bersedusedan di rimba manhattan

kita tersenyum, pura-pura bahagia sebenarnya
sambil mewarnai merah kuning hijau luka

Januari 2008

*thnks fr th mmrs (fall out boy)

2 comments:

Inez said...

Hai Dobby! Salam Puisi juga :-).

dobby said...

hai Inez, thanks dah dateng, sunyi banget yaa blogku..cocok banget buat bikin puisi..hehehe