TFTM*
sesaat waktu merambat
pada tiang-tiang lampu
yang menunduk
semakin bungkuk dihujam
sunyi boulevard
langkah kakimu tergesa
seperti cuaca yang tak ingin absen
memburu hujan, mungkin bianglala
lagi-lagi aku hanya mampu menduga
mungkin sebaris alinea dari selembar diari
yang tercecer
atau setetes parfum yang mengeram
di celah leher
hanya di bibirku
masih membekas
bekas percakapanmu
tentang kelimun pagi
secangkir kopi
yang meringkus lumus
hangus
masihkah matamu
boleh kuterjemahkan
sebagai kemilau merjan?
tidak! seseorang tersedak
hei, apa kabarmu? seseorang lagi menikamku
sekarat, aku kehilangan alamat, dan hanya teringat singkat
film lama: seorang negro yang menyumpahi getir bir
dan julia robert yang bersedusedan di rimba manhattan
kita tersenyum, pura-pura bahagia sebenarnya
sambil mewarnai merah kuning hijau luka
Januari 2008
*thnks fr th mmrs (fall out boy)
Thursday, January 10, 2008
Posted by dob at 5:28 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
Hai Dobby! Salam Puisi juga :-).
hai Inez, thanks dah dateng, sunyi banget yaa blogku..cocok banget buat bikin puisi..hehehe
Post a Comment