Viva La Stupidity
bung benar, revolusi tak ada lagi
kini kita bersembunyi saja di sangkar baja
lalu amnesia
"halo mbak, bisa booking satu kamar standar
ya, di surga lantai 63"
ayat-ayat yang berkarat
telah berangkat
kun fa yakun avada kedavra!
akankah kita tiup terompet di ujung abad 22
apalagi? nuh telah menyiapkan perahu
tapi engkau hanya kan'aan, dan mencemooh:
hu hu hu
oh, aku memang kerap bodoh
pada paha pualam
gurih rintih mariyam
hingga biru lebam
di bunting gunung
lalu sansak tergeletak
menghujam semerbak rimbun semak
"sialan kau! haram jadah tak berbapak!"
bung akhirnya benar, revolusi tak ada lagi
setelah
beku darah seorang adventure
di golgota
jadi aksesoris
dan bersembunyi manis
di celah dada
eva longoria
bung selalu benar...
setelah
petuah terakhir
si tak berwajah
yang berkemah di arafah
dan selalu berkata: ingatlah, ingatlah...
lalu anak-anak hujan
berlarian menadah
menengadah
di tanah
berlin
hiroshima
hanoi
kigali
kinshasa
baghdad
tepi barat...
ya, aku memang teringat
seorang lelaki liverpool yang mati ditembak:
" bayangkan, bayangkan jika surga tak ada"
februari 2008
Saturday, February 09, 2008
Posted by dob at 6:10 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment