pandai besi gombal berburu ayam*
rayau langkahku remuk
setelah pasung puisimu
tertanam di tungkai tumitku
ketika kau ludah kisah:
gombal perseteruan dan cinta patah
sesibuk siang mengupas majas
yang tandas di panas zuhur
ujung jempolmu darah pun tumpas
ah, engkaukah itu melangkah di pelataran surau?
ayam-ayam di piring pun berkokok
seperti terkejut, seperti pertanda
banyak-banyaklah berdosa. berdoa
april 2008
*duel puisi bersama Ramon Damora
Wednesday, April 16, 2008
Posted by dob at 5:59 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment