Sajak Ramon Damora
Jam Baru: dobby
saya belum 24 kelam tapi siang telah tiba 2 lewat tuba
alarm pulang, lapar yang jalang, jantung jarum sekali
peluh, bahan pengawet, airtawamata, detak kaki
sungguh saya tak lagi berani cerewet dalam doa
ini kali, entah kenapa, saya datang 6 senja pas
ke rumah, lebih lekas ketimbang hari biasa yang 22 hantu selalu
"istilahnya, mukjizat," kata istri saya membukakan pintu
lalu dicekiknya detik, memastikan semua benang kafan terlepas
dari mayat menit, bangkai air yang dipanaskannya kembali
"mandilah dulu, tapi jangan lupa tanggalkan arloji itu..."
saya telanjang ke arah 19 dendam lebih, menyelamkan api
untuk sirip-sirip kesepian dan rambut magrib yang berantakan
anak saya mencium tangan darah dagingnya sebelum pergi mengaji
lalu balik ketika 21 kurang biru sambil dadanya menempel ponten 8,
yang ia kira telur rembulan bertengger ke telur rembulan lain, di tembok mimpi
kami mengeram bersama-sama agar tak ada yang menetas duluan
saya belum 24 kelam, tapi barangkali telah sangat kasip jarak
antara 10 kalelawar yang membokongi langit buta
dengan 12 ranting malam yang menyenggol alis angin beranda
esok akan saya pamerkan jam baru kepadamu: zig zag zig zag...
batam, 2008
4 comments:
ganti template lagi, nih?
hemmm... warnanya adem.
iya, bosan. ntar klo bosan lagi, ganti lagi..hehe
LUAR BIASA
puisi yang penuh eksperimen oleh bang ramon
keren
begitulah bang ramonmu..:-)
Post a Comment