dear K,
kabar terakhir kau bunting oleh bule tua yang mau mampus itu??
baguslah...hebat!
apa yang kamu cari K?
Janganlah lagi pura-pura K, jangan katakan kau mencintainya, apalagi bila kau katakan karena khilaf semata, dan mengarang cerita kau memang minum banyak malam itu lalu berkenalan dengan seseorang, lalu terjadilah sesuatu yang tak kau inginkan sebenarnya, bullshit itu semua, terlalu text book. Aku yakin kau memang sengaja membuat perangkap. Aku tahu dollar-nya lah yang kau incar, kantong tebalnya.
Oh...ataukah kau memang ingin darah daging seorang blasteran? pasti cantik atau gagah sekali dia kalau sudah besar, mungkin bisa kau jadikan anakmu itu model atau bintang sinetron yang tak mampu menyembunyikan kedunguan di layar kaca itu.
Itu yang kau inginkan K?
Jadi kau rayu saja bule yang tak jelas asal-usulnya itu lalu kau ikhlas puas tidur dengannya? mungkin sedikit cas cis cus singlish-mu yang aku tahu tak seberapa itu.
Sejak awal aku telah menduga, kau menyimpan sesuatu K.
Sesuatu dari wajahmu yang sekuat tenaga coba kau tutupi tetapi tetap saja tak bisa. Ingat K, aku menyukai film-film, aku tahu apakah seseorang hanya acting belaka, ataukah benar-benar sungguh bukan pura-pura, dan dengan berat hati K, kukatakan actingmu sangat-sangat jelek.
Masih ingatkah kau di pagi itu K? saat matahari masih sehangat kulitmu yang coklat itu? Aku hampir terperangkap, di depan dua mangkuk bubur ayam lalu kau bilang suka filsafat, tiba-tiba kau menyebut Nietzsche, aku hampir mengorek kuping, sebab bisa saja telingaku memang ada masalah. Aku hampir tak percaya kau membaca dia, si Jerman gila yang mengatakan god is dead itu. Aku bilang aku tahu tentang dia, tapi sungguh thus spoke zarathustra saja belum khatam juga dibaca sejak empat tahun yang lalu, sungguh bebal otak ku K. Kita bicara puisi saja, dan kulihat sudut bibirmu menipis, senyummu yang segar itu, dan dengan agak menyipitkan mata bertanya, "apa itu puisi?" aku sedikit gelagapan dengan pertanyaan mengejutkan itu. Matahari pagi yang berenang di matamu K, itulah puisi. Kau tersenyum, kali ini terlihat sinis yang entah mengapa aku suka, sebab kau tahu itu hanyalah rayuan basi, bukan semacam defenisi. Kau coba mengujiku K?
Sungguh sangat jarang aku menemukan orang seperti kau K. Berbicara itu di sini, seperti kita datang dari planet di luar galaksi.
Setelah itu kau menghilang K, aku mencoba mencarimu ke segala penjuru kota, tapi tetap saja kau seperti bersembunyi, entah di mana. Kau meninggalkan sesuatu di hati-entah apa namanya- lalu menghilang, sungguh hebat sekali. Pernah sekelebat aku lihat kau di kerumunan, tapi belum sempat memanggilmu, kau menghilang lagi.
Dan sampailah kabar itu kemarin ke telingaku K, siapa nama anakmu K? apakah dia mewarisi hidung si bule karatan itu ataukah coklat ranum kulitmu K? aku tertawa K, tertawa akan wajahmu sebenarnya yang telah terbuka K. Jika nanti bila bertemu lagi, aku hanya ingin bertanya "mengapa?" ah...aku akan sangat terkejut bila kau menjawab, " tidak semua memang bisa ditanya untuk apa..."
juni 2008
Wednesday, June 25, 2008
Posted by dob at 8:38 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
aku tahu jawaban K. K bilang, itu karena "bilangan K", bilangan kont...
yeahhh...fuck!
Post a Comment