urbanology
bunting betismu harum kelenjar kucing betina?
cihui,pemandangan alangkah indahnya
saat mendarat lampu-lampu senja
di pantatmu,sesempurna pantat rihanna
wahai moncong senjata, menyempil di getar katun
tolong jangan lagi, aku memohon ampun
tapi selalu saja kau ciptakan rayuan maut:
oh,manis juga sayang, tengkorak bulan di lehermu, ya?
puiihh...lidahku tiba-tiba mandul raib sejuta kosakata
hanya saja di mulus lenganmu nona
marlboro tinggal puntung mencium bibir
di langit-langit seseorang bernyanyi, bariton
siapa lagi? tentulah si homo nyinyir dari london
shit! melompat merah lipstikmu sambil menyesap busa bir
sebentar, ada yang melintas di depan hidung
ternyata engkau lagi perempuan belang
pengharum ketiakmu sunguh tak berperasaan
tergesa kau gigit alamatku di puting badan
yang menggeliat manja usai bersebadan
berapa? cukuplah buat tiket pulang ke hutan
tempat merawat pisang,rambutan,dan cawat tarzan
orang-orang masuk kandang bersujud pada papan iklan
tidakkah kau sadar dunia kian mengerut non
oleh julur kabel lembah silikon
dan aku merapal karl: tuhan kalian adalah ikon-ikon
lihatlah! nabi-nabi putih datang lagi
kali ini dari mesin pencari
tapi sungguh, di gersang ranjang kau dan aku masih saja
binatang!
juni 2008
Friday, June 20, 2008
Posted by dob at 12:24 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comments:
Butalah segala kekagumanmu padaku
Sengaja kutinggalkan liur diujung bibirmu
Dan keras aroma parfum yang dapat selalu kau resapi
Aku sudah menjilat matahari.
Tapi mengapa kau masih bermimpi?
Post a Comment