Sebab
Because the sky is blue
It makes me cry…*
sebab resik angin yang sempoyongan
mulai telanjangi bokong pagi
sunyi balkoni, rokok keparat, galib mimpi
gelas yang ditumpahi letih maki-maki
tanggal merah, pengkhianatan, kemaluan tuhan
mungkin sudah bisa kau terka dara
namun teka-teki waktu begitu wagu
rapuh layaknya pagut lumut pada sepi kayu
sungguh lindu melanda tubuhku berkali
ketika wewangian jarimu mengurai poni
dan runcing kuping menusukku nyeri
ya, bukankah begitu tolol? saat kau pergoki
masih kupuja bibirmu, burgundi
yang pernah karib di lempung lidah ini
hingga jernih haiku adalah dua lugu matamu
mencegat saban ku tolakkan pintu
ah, mungkin lagi-lagi pertanyaan basi:
kemanakah kawan yang rawan itu, kini?
sebab masih biru langit adanya
aku hanya menangis sepuasnya
* because –the beatles
agustus, 2008
1 comments:
maka puisimu semakin padat saja
Post a Comment