patah-patah hari
pagi: debar matahari menggigit kosong ari-ari, kopi secangkir lagi
siang: lapar angin merayu raut, sungguh murung debar maut
petang: marun magrib turun membisu, lagi-lagi gabus gerimis mencurimu
malam: sepanjang sepi kerongkongan, sekuntum alismu biarlah kusimpan
agustus 2008
Thursday, August 14, 2008
Posted by dob at 11:38 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comments:
salam kenal
lama aku mencari makna puisi ini
tapi jujur aku gak dapat
pengetahuan aku yang masih sederhana
Post a Comment