Thursday, August 14, 2008

patah-patah hari

pagi: debar matahari menggigit kosong ari-ari, kopi secangkir lagi
siang: lapar angin merayu raut, sungguh murung debar maut
petang: marun magrib turun membisu, lagi-lagi gabus gerimis mencurimu
malam: sepanjang sepi kerongkongan, sekuntum alismu biarlah kusimpan

agustus 2008

1 comments:

timur matahari said...

salam kenal
lama aku mencari makna puisi ini
tapi jujur aku gak dapat
pengetahuan aku yang masih sederhana