Tuesday, September 09, 2008

1993

Masih teringat Juno berdebat dengan Mark Loring tentang musik Rock. Saat itu Juno terkejut campur takjub melihat koleksi gitar Mark, sebuah Gibson Les Paul. Sambil Juno mengagumi sang Les Paul, Mark bercerita kalau dia pernah mematahkan gitar keren tersebut di panggung ketika dia masih nge-band, di masa lalu. "1993, masa terbaik untuk rock n roll..." cerita Mark, tentu Juno dengan gaya percaya dirinya membantah pendapat itu.

Baiklah, saya potong sampai di angka 1993. Saya jadi teringat masa lalu.
Dalam hal ini saya sependapat dengan Mark. 1993 adalah puncak saat dunia Rock diserbu band-band yang membawa mazhab baru, orang-orang menyebutnya "grunge", alternatif rock, new punk rock, dan entah apa lagi. Apa pun namanya, pada masa itu memang penikmat rock n roll mengalami euforia, ekstase, orgasme.
Nirvana, Pearl Jam, Red Hot Chili Peppers adalah tiga band yang paling bertanggung jawab terhadap jutaan manusia penggemar rock saat itu. Kalau Kurt Cobain dianggap nabi (walau dia tak mampu menanggung beban berat itu hingga bunuh diri), Eddie Vedder sebutlah seorang malaikat mungkin orang-orang akan manggut-manggut saja, Anthony Kiedis dan Flea katakanlah dua orang suci kembar, bisa jadi orang-orang akan setuju juga.
Di bawah tiga besar itu ada nama-nama lain seperti Soundgarden, Alice in Chains,Green Day, The Offspring dsb. Di tanah Inggris Raya muncul Oasis, The Cranberries, Blur, Radio Head dkk.

1993 adalah masa-masa para gerombolan band-band itu menguasai pasar, memenuhi track-track di radio, mendominasi tangga-tangga lagu, dan tentu memborbardir penonton lewat MTV.

Ketika para penikmat musik mulai hampir mati jenuh dengan band-band "heavy metal" yang mulai jatuh dalam lembah kecengengan, orang-orang terasa tercerahkan dengan kehadiran band-band baru itu. Pengamat menyebutnya, suara yang mewakili X-Generation.
Mereka rata-rata menyuguguhkan sebuah formula segar, sebuah ramuan mujarab baru dalam meracik rock. Meski tidak sama persis, tapi ada benang merah kesamaan yang membuat mereka berbeda dengan senior-senior mereka sebelumnya. Baik secara musikalitas maupun isi lirik.

Tapi inilah bukti industri pop memang adalah sejenis monster paling sadis.
1993, dan setahun setelahnya, di bulan April yang jahanam Kurt Cobain menembakkan kepalanya sendiri. Dan masa bulan madu itu pun selesai...

DF

1 comments:

Anonymous said...

aku adalah generasi MTV Polly...mungkin tidak tepat pada tahun itu.. ('93, masih di kuasai jaringan "TV kabel" pemerintah.. :D ) tapi.. aku ingat MTV.. ajaib sekali mengingat saat itu..
kalau MTV tahun '93 adalah milik band2 rock.. MTV jamanku tahun '97 adalah era kejayaan boy band.. :D

backstreet boys, boyzone.. dan Kurt Cobain saat itu sudah jadi dongeng..

-melao-