Monday, February 25, 2008

pablo picasso
"girl in chemise" (1905)



pada warna rambutmu


telah kurangkum
senja sekuntum
dan kuterjemahkan
rambutmu yang ranum
petang ini
adalah sunset yang bercanda
sepanjang lazuardi
lautan karibia

tapi di jambangan hati
telah mengakar belukar mimpi
membuahi putik rindu dendam
sedap malam

"jangan pernah kau telan jahanam!"
"tidak! biarkan aku terlempar dari surga"
seperti adam

seperti puisi di lembar lontar
menguning
hitam kering
terbakar
akhirnya terbakar

saat di jari manismu melingkar
syahadat kelelawar

gerimis pun bersandar
di perih bahuku
melelehkan getar cakar
dan serpih mekar
warna rambutmu

februari 2008

Wednesday, February 20, 2008

the love story of my kupu-kupu
:neng

tahukah dikau dinda?
di hatiku
ada samudera

untuk kau tenggelamkan
bergulung gelombang sedih gundah

untuk kau hujamkan
topan badai sumpah serapah

biarlah aku basah
oleh 100 tahun hujan
dari matamu

"aku juga sayang sama kamu"

demi tuhan!
langit ke tujuh itu memang ada rupanya


februari 2008

Sunday, February 17, 2008

23:59

berderap sayap
di kepak malam
tersingkap
azra'el
ayo, bercinta!
sampai kalap

mama mia!

rinduku buncah sudah
mati dicacah
sebilah al baqarah

februari 2008

Saturday, February 09, 2008

Viva La Stupidity

bung benar, revolusi tak ada lagi

kini kita bersembunyi saja di sangkar baja
lalu amnesia

"halo mbak, bisa booking satu kamar standar
ya, di surga lantai 63"

ayat-ayat yang berkarat
telah berangkat

kun fa yakun avada kedavra!
akankah kita tiup terompet di ujung abad 22

apalagi? nuh telah menyiapkan perahu
tapi engkau hanya kan'aan, dan mencemooh:
hu hu hu

oh, aku memang kerap bodoh
pada paha pualam
gurih rintih mariyam
hingga biru lebam
di bunting gunung
lalu sansak tergeletak
menghujam semerbak rimbun semak

"sialan kau! haram jadah tak berbapak!"

bung akhirnya benar, revolusi tak ada lagi

setelah
beku darah seorang adventure
di golgota
jadi aksesoris
dan bersembunyi manis
di celah dada
eva longoria

bung selalu benar...

setelah
petuah terakhir
si tak berwajah
yang berkemah di arafah
dan selalu berkata: ingatlah, ingatlah...

lalu anak-anak hujan
berlarian menadah
menengadah
di tanah

berlin
hiroshima
hanoi
kigali
kinshasa
baghdad
tepi barat...

ya, aku memang teringat
seorang lelaki liverpool yang mati ditembak:
" bayangkan, bayangkan jika surga tak ada"


februari 2008

Sunday, February 03, 2008

tentang bendera dan angin, suatu siang
:hah


(dan sang nabi mao pun bersabda:
kematian satu orang adalah sebuah tragedi
kematian satu juta orang hanyalah statistik)


di sebuah siang, tiba-tiba selarik angin
berhenti di sebuah halaman
dan meledakkan tawanya, hampir tak percaya
lalu bertanya kepada sehelai bendera

"mengapa kau tampak tolol begini rupa?"

bendera itu hanya terdiam,
kehilangan kata, tertunduk dan
sepertinya bersedih
lalu membatin: 7 hari begini, bisa-bisa aku jadi lap kaki

oh, tolonglah angin, bawa aku ke puncak lagi
bukan terlihat bodoh seperti di terik siang begini

apakah orang-orang di tanah itu lupa?
aku bukan hanya milik seorang pak tua
di istana cendana?

"jangan mengutuk!" kata sang angin
masih beruntung kau di tanah ini
apa jadinya bila kau adalah selembar kain
yang berlumur amis darah
di tanah timur tengah?
atau dicabik dan dikunyah
manusia srigala di gurun-gurun afrika?

"ya, aku tahu!" kata bendera lagi
tapi aku adalah sang saka
300 tahun dihujani mesiu
untuk dapat berkibar di puncak
bisa kau bayangkan film horor sepanjang itu?

ah, angin kau sama saja
mao, soeharto, sumanto


februari 2008

Friday, February 01, 2008

Malibu*
:kurt, courtney, frances

remuk dan terbakar
sejuta bintang membelah malam ini
memelukmu yang terlalu jauh, menjauh
agar kau tetap ada, bernyawa

tolong bantu aku
hanguskan sedih ini jadi abu
dari matamu

oh, bernafaslah engkau untukku
jangan berbaring dan membatu

hei, hei kata mu
kau tahu, kekasihku
antar saja aku ke malibu

matahari terendam
kulihat engkau terpeleset
matahari karam
kupeluk ombak dan terseret

dan aku tahu cinta lah yang bersalah

ketika aku semakin paham
sudut gelap di hatimu

menangislah di depan malaikat biru
kuselamatkan dirimu
ingin malam ini kupastikan
kau meringkuk di pelukku

hei, hei kata mu
kau tahu, kekasihku
antar saja aku ke malibu

dan akhirnya
memang aku tak mampu mendekatimu
ketika cahaya itu meringkusmu

*sebuah lagu dari The Hole

februari 2008