Monday, February 25, 2008
pada warna rambutmu
telah kurangkum
senja sekuntum
dan kuterjemahkan
rambutmu yang ranum
petang ini
adalah sunset yang bercanda
sepanjang lazuardi
lautan karibia
tapi di jambangan hati
telah mengakar belukar mimpi
membuahi putik rindu dendam
sedap malam
"jangan pernah kau telan jahanam!"
"tidak! biarkan aku terlempar dari surga"
seperti adam
seperti puisi di lembar lontar
menguning
hitam kering
terbakar
akhirnya terbakar
saat di jari manismu melingkar
syahadat kelelawar
gerimis pun bersandar
di perih bahuku
melelehkan getar cakar
dan serpih mekar
warna rambutmu
februari 2008
Posted by dob at 9:36 PM 0 comments Links to this post
Wednesday, February 20, 2008
the love story of my kupu-kupu
:neng
tahukah dikau dinda?
di hatiku
ada samudera
untuk kau tenggelamkan
bergulung gelombang sedih gundah
untuk kau hujamkan
topan badai sumpah serapah
biarlah aku basah
oleh 100 tahun hujan
dari matamu
"aku juga sayang sama kamu"
demi tuhan!
langit ke tujuh itu memang ada rupanya
februari 2008
Posted by dob at 4:30 PM 0 comments Links to this post
Sunday, February 17, 2008
23:59
berderap sayap
di kepak malam
tersingkap
azra'el
ayo, bercinta!
sampai kalap
mama mia!
rinduku buncah sudah
mati dicacah
sebilah al baqarah
februari 2008
Posted by dob at 5:54 PM 0 comments Links to this post
Saturday, February 09, 2008
Viva La Stupidity
bung benar, revolusi tak ada lagi
kini kita bersembunyi saja di sangkar baja
lalu amnesia
"halo mbak, bisa booking satu kamar standar
ya, di surga lantai 63"
ayat-ayat yang berkarat
telah berangkat
kun fa yakun avada kedavra!
akankah kita tiup terompet di ujung abad 22
apalagi? nuh telah menyiapkan perahu
tapi engkau hanya kan'aan, dan mencemooh:
hu hu hu
oh, aku memang kerap bodoh
pada paha pualam
gurih rintih mariyam
hingga biru lebam
di bunting gunung
lalu sansak tergeletak
menghujam semerbak rimbun semak
"sialan kau! haram jadah tak berbapak!"
bung akhirnya benar, revolusi tak ada lagi
setelah
beku darah seorang adventure
di golgota
jadi aksesoris
dan bersembunyi manis
di celah dada
eva longoria
bung selalu benar...
setelah
petuah terakhir
si tak berwajah
yang berkemah di arafah
dan selalu berkata: ingatlah, ingatlah...
lalu anak-anak hujan
berlarian menadah
menengadah
di tanah
berlin
hiroshima
hanoi
kigali
kinshasa
baghdad
tepi barat...
ya, aku memang teringat
seorang lelaki liverpool yang mati ditembak:
" bayangkan, bayangkan jika surga tak ada"
februari 2008
Posted by dob at 6:10 PM 0 comments Links to this post
Sunday, February 03, 2008
tentang bendera dan angin, suatu siang
:hah
(dan sang nabi mao pun bersabda:
kematian satu orang adalah sebuah tragedi
kematian satu juta orang hanyalah statistik)
di sebuah siang, tiba-tiba selarik angin
berhenti di sebuah halaman
dan meledakkan tawanya, hampir tak percaya
lalu bertanya kepada sehelai bendera
"mengapa kau tampak tolol begini rupa?"
bendera itu hanya terdiam,
kehilangan kata, tertunduk dan
sepertinya bersedih
lalu membatin: 7 hari begini, bisa-bisa aku jadi lap kaki
oh, tolonglah angin, bawa aku ke puncak lagi
bukan terlihat bodoh seperti di terik siang begini
apakah orang-orang di tanah itu lupa?
aku bukan hanya milik seorang pak tua
di istana cendana?
"jangan mengutuk!" kata sang angin
masih beruntung kau di tanah ini
apa jadinya bila kau adalah selembar kain
yang berlumur amis darah
di tanah timur tengah?
atau dicabik dan dikunyah
manusia srigala di gurun-gurun afrika?
"ya, aku tahu!" kata bendera lagi
tapi aku adalah sang saka
300 tahun dihujani mesiu
untuk dapat berkibar di puncak
bisa kau bayangkan film horor sepanjang itu?
ah, angin kau sama saja
mao, soeharto, sumanto
februari 2008
Posted by dob at 9:43 AM 0 comments Links to this post
Friday, February 01, 2008
Malibu*
:kurt, courtney, frances
remuk dan terbakar
sejuta bintang membelah malam ini
memelukmu yang terlalu jauh, menjauh
agar kau tetap ada, bernyawa
tolong bantu aku
hanguskan sedih ini jadi abu
dari matamu
oh, bernafaslah engkau untukku
jangan berbaring dan membatu
hei, hei kata mu
kau tahu, kekasihku
antar saja aku ke malibu
matahari terendam
kulihat engkau terpeleset
matahari karam
kupeluk ombak dan terseret
dan aku tahu cinta lah yang bersalah
ketika aku semakin paham
sudut gelap di hatimu
menangislah di depan malaikat biru
kuselamatkan dirimu
ingin malam ini kupastikan
kau meringkuk di pelukku
hei, hei kata mu
kau tahu, kekasihku
antar saja aku ke malibu
dan akhirnya
memang aku tak mampu mendekatimu
ketika cahaya itu meringkusmu
*sebuah lagu dari The Hole
februari 2008
Posted by dob at 7:14 PM 0 comments Links to this post
