Wednesday, April 23, 2008

(dari sebuah lirik lagu)
"Always On Your Side"
Sheryl Crow dan Sting















...berkali kulipat hari kemarin, rapi dan licin
berkali pula kamu datang dalam pikiran
membuat semuanya berantakan
seperti serakan mainan
tapi ketika kupanggil namamu lagi
seketika, kamu pun menemukan persembunyian
saat kamu sadar
dulu aku pernah selalu di dekatmu
berdebar...

Sunday, April 20, 2008

Sajak Hasan Aspahani

Beberapa Cara Menyajakkan Empat Kata Itu

: Damora, Fachrizal

/1/
NASIB yang menggumpal, gombal,
tembus, terembus dari kanal ke panas kental
bara biru, puting kayu, pokok bakau, rawa payau
angin, mereken oksigen, dari tebal tuas bulu ayam
"Tuan Pandai Besi, boleh kupesan parang
tak berhulu? Sambung sambang, kujepit
jempol di sela telunjuk dan jari hantu,
parang pesananku memanjang di situ..."

/2/
DIA dia sangat mengenal, panas bara api
di tungku tua itu, seperti nafas naga, katanya.
Seperti nar neraka? Tidak. Aku hampir
tak percaya pada siksa, katanya. Maka, padanya
datanglah selalu para lelaki, dengan
sepotong mentah besi, dibungkus
segumpal gombal, yang kelak ia peram
di panas apinya.

Keras besi tak seperti kayu, panas ditempa,
memipih menajam, sebelum kokok ayam.

Dari jauh, orang orang akan mendengar
seperti suara gamelan, besi ditabuh,
bertalu, suara lenguh, dan selalu saja
ada selingan desis, besi panas yang dicelupkan
ke air sumur. Seperti suara ular besar. Lalu,
ketika lelaki pemilik besi datang lagi, maka
ia akan menerima sepotong pedang yang
menyimpan taring singa, hunus kuku jempol
seekor naga dan seekor ular di dalamnya.

/3/
DULU ada sekawanan unggas
pemberani, terbang mengacaukan awan,
mengembalikan hujan,
dan menghalang matahari.

Kamu kira garuda?

Bukan, mereka bukan garuda.
Mereka unggas yang bentang
sayapnya memutus pelangi.

Di antara kawanan itu, ada sepasang
yang sejak ditelurkan sudah berbeda.

Ketika menetas mereka berdua
membenci kawan-kawannya,
"kebengisan yang gombal," katanya.

Dua unggas itu tidak memangsa, tidak
ingin belajar terbang dan mereka menjinak
mendekat ketika dipanggil dengan
jentik jempol dan jari, dan membagi telurnya
untuk pak pandai besi, bahkan kelak ketika
beranak-pinak, mereka rela dijadikan sajian
di kenduri panen para petani.

Wednesday, April 16, 2008

pandai besi gombal berburu ayam*

rayau langkahku remuk
setelah pasung puisimu
tertanam di tungkai tumitku
ketika kau ludah kisah:
gombal perseteruan dan cinta patah
sesibuk siang mengupas majas
yang tandas di panas zuhur
ujung jempolmu darah pun tumpas

ah, engkaukah itu melangkah di pelataran surau?
ayam-ayam di piring pun berkokok
seperti terkejut, seperti pertanda

banyak-banyaklah berdosa. berdoa

april 2008
*duel puisi bersama Ramon Damora

Wednesday, April 09, 2008

gadis pengemis

ringkih tikungan ke arah plaza
sampai juga
hijau wajah puan
serisau aspal jalanan
ketika awan sibuk menghapal
sedusedan deru sedan
di rambutmu gadis pengemis
menyimpul angin bah
kusut ikal kecambah
merentang lapar tangan
begitu ramah kuremah
jernih dosaku
yang membiru di kumal seribu
hingga direkatnya retak lambung
lalu berkurung di murung ubun
" tuan, umurku sampai berapa tahun?"

april 2008

Tuesday, April 01, 2008

Sajak Ramon Damora

Jam Baru
: dobby

saya belum 24 kelam tapi siang telah tiba 2 lewat tuba
alarm pulang, lapar yang jalang, jantung jarum sekali
peluh, bahan pengawet, airtawamata, detak kaki
sungguh saya tak lagi berani cerewet dalam doa

ini kali, entah kenapa, saya datang 6 senja pas
ke rumah, lebih lekas ketimbang hari biasa yang 22 hantu selalu
"istilahnya, mukjizat," kata istri saya membukakan pintu
lalu dicekiknya detik, memastikan semua benang kafan terlepas

dari mayat menit, bangkai air yang dipanaskannya kembali
"mandilah dulu, tapi jangan lupa tanggalkan arloji itu..."
saya telanjang ke arah 19 dendam lebih, menyelamkan api
untuk sirip-sirip kesepian dan rambut magrib yang berantakan

anak saya mencium tangan darah dagingnya sebelum pergi mengaji
lalu balik ketika 21 kurang biru sambil dadanya menempel ponten 8,
yang ia kira telur rembulan bertengger ke telur rembulan lain, di tembok mimpi
kami mengeram bersama-sama agar tak ada yang menetas duluan

saya belum 24 kelam, tapi barangkali telah sangat kasip jarak
antara 10 kalelawar yang membokongi langit buta
dengan 12 ranting malam yang menyenggol alis angin beranda
esok akan saya pamerkan jam baru kepadamu: zig zag zig zag...


batam, 2008